Minggu, 04 Januari 2026

Administrasi Pembelajaran di Awal Semester dalam Era Kurikulum Merdeka

Administrasi Pembelajaran di Awal Semester dalam Era Kurikulum Merdeka

Menuju Pembelajaran Bermakna dengan Pendekatan Deep Learning

Awal semester bukan sekadar momen membuka kalender akademik baru, tetapi juga titik krusial bagi guru untuk menata ulang niat, strategi, dan arah pembelajaran. Dalam konteks Kurikulum Merdeka yang menekankan fleksibilitas, diferensiasi, dan kebermaknaan belajar, administrasi pembelajaran tidak lagi dipahami sebagai tumpukan dokumen formal, melainkan sebagai alat berpikir pedagogis.

Terlebih, dengan menguatnya pendekatan deep learning, guru ditantang tidak hanya mengajar agar siswa tahu, tetapi agar mereka memahami, merefleksikan, dan mampu mentransfer pengetahuan ke konteks nyata. Maka, pertanyaannya bukan lagi “apa saja administrasi yang harus dibuat?” melainkan “bagaimana administrasi itu membantu pembelajaran berjalan lebih dalam dan bermakna?”


1. Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Administrasi paling fundamental di awal semester adalah pemahaman utuh terhadap Capaian Pembelajaran (CP) dan penurunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Dalam pendekatan deep learning, ATP tidak disusun sebagai daftar target kognitif semata, tetapi sebagai alur pengalaman belajar yang:

  • progresif (dari sederhana ke kompleks),

  • kontekstual,

  • mendorong berpikir kritis dan reflektif.

Refleksi penting untuk guru: Apakah ATP yang saya susun memberi ruang bagi siswa untuk bertanya, menalar, dan mengaitkan materi dengan kehidupan nyata?

🔗 AI pendukung:


2. Modul Ajar (atau Perencanaan Pembelajaran)

Dalam Kurikulum Merdeka, modul ajar menggantikan peran RPP yang rigid. Namun, pada pendekatan deep learning, modul ajar idealnya memuat:

  • pertanyaan pemantik yang menantang nalar,

  • aktivitas eksploratif (bukan sekadar latihan),

  • ruang refleksi siswa,

  • asesmen formatif yang berorientasi proses.

Modul ajar tidak harus panjang, tetapi jelas secara pedagogis: mengapa aktivitas ini dilakukan dan dampaknya bagi cara berpikir siswa.

Refleksi penting: Apakah modul ajar saya hanya mengatur “apa yang dikerjakan siswa”, atau juga “apa yang dipikirkan siswa”?

🔗 AI pendukung:


3. Perencanaan Asesmen (Formatif dan Sumatif)

Pendekatan deep learning menuntut asesmen sebagai bagian dari proses belajar, bukan sekadar alat ukur di akhir. Administrasi asesmen yang perlu disiapkan di awal semester meliputi:

  • indikator keberhasilan belajar,

  • teknik asesmen formatif (observasi, jurnal refleksi, diskusi),

  • asesmen sumatif yang menilai pemahaman mendalam, bukan hafalan.

Refleksi penting: Apakah asesmen saya menilai hasil akhir, atau juga proses berpikir siswa?

🔗 AI pendukung:

  • QuestionWell (generasi soal HOTS)
    https://questionwell.org

  • ChatGPT → rubrik asesmen dan umpan balik deskriptif

  • Akses jurnal: Perencanaan Pembelajaran dan Asesmen dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar — Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan. Jayapangus Press


4. Perencanaan Diferensiasi Pembelajaran

Administrasi diferensiasi sering kali terlupakan, padahal Kurikulum Merdeka sangat menekankan keberagaman kebutuhan belajar siswa. Di awal semester, guru perlu menyiapkan:

  • hasil diagnostik awal,

  • skema diferensiasi konten, proses, atau produk,

  • alternatif aktivitas untuk berbagai tingkat kesiapan siswa.

Dalam deep learning, diferensiasi membantu semua siswa belajar secara optimal, bukan menyeragamkan kecepatan dan hasil.

🔗 AI pendukung:

  • Diffit → menyesuaikan bacaan dan tugas berdasarkan level siswa

  • Canva AI → variasi produk pembelajaran
    https://www.canva.com

  • Administrasi Pembelajaran Guru dalam Penerapan Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah — Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru. Jurnal STIT Al-Ittihadiyah Labura


5. Administrasi Proyek dan P5 (jika relevan)

Jika semester ini memuat proyek atau P5, maka administrasi yang disiapkan meliputi:

  • tema dan dimensi profil pelajar Pancasila,

  • alur kegiatan proyek,

  • rubrik penilaian berbasis proses dan kolaborasi.

Dalam pendekatan deep learning, proyek bukan sekadar kegiatan ramai, tetapi ruang untuk:

  • problem solving,

  • kolaborasi,

  • refleksi nilai.

🔗 AI pendukung:

  • Notion AI (perencanaan proyek dan timeline)
    https://www.notion.so

  • ChatGPT → ide proyek kontekstual sesuai tema P5

  • Akses jurnal: Pelatihan Guru dalam Mendesain Pembelajaran Bermakna Berbasis Deep Learning pada Kurikulum Merdeka — Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar. Journal Universitas Pasundan


6. Jurnal Refleksi Guru (Administrasi yang Sering Terlupakan)

Administrasi pembelajaran tidak hanya tentang siswa, tetapi juga tentang guru sebagai pembelajar. Menyiapkan format jurnal refleksi mengajar di awal semester membantu guru:

  • mengevaluasi strategi yang digunakan,

  • memahami respons siswa,

  • memperbaiki pembelajaran secara berkelanjutan.

Refleksi penting: Apa satu hal yang ingin saya perbaiki dari praktik mengajar saya semester ini?

🔗 AI pendukung:

  • ChatGPT → refleksi mengajar berbasis jurnal

  • Google Docs + AI add-on

  • Akses Jurnal: Administrasi refleksi ini merupakan langkah profesional untuk evaluasi diri secara berkelanjutan. Ainara Press


Penutup: Dari Administrasi ke Intensi Pembelajaran

Di era Kurikulum Merdeka dengan pendekatan deep learning, administrasi pembelajaran seharusnya tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai alat berpikir strategis untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna. Administrasi yang baik bukan yang paling tebal, tetapi yang:

  • membantu guru mengambil keputusan pedagogis,

  • memerdekakan siswa dalam belajar,

  • dan menumbuhkan pemahaman yang mendalam.

Karena pada akhirnya, dokumen hanyalah sarana—pembelajaran bermakna adalah tujuan.

Akses Jurnal : Administrasi yang digital friendly turut berpotensi mengoptimalkan proses pembelajaran dan mempermudah analisis data. Ejournal Appihi


Daftar Referensi

  1. Rosyada, A., Syahada, P., & Chanifudin, C. (2024). Kurikulum Merdeka: Dampak Peningkatan Beban Administrasi Guru terhadap Efektivitas Pembelajaran. Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP). https://doi.org/10.54371/jiepp.v4i2.491 Ainara Press

  2. Pelatihan Guru SD dalam Mendesain Pembelajaran Bermakna Berbasis Deep Learning pada Kurikulum Merdeka. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar. https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/34353 Journal Universitas Pasundan

  3. Wahyuni, N., Hidayah, N., & Sahwan, R. A. S. (2025). Administrasi Pembelajaran Guru dalam Penerapan Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah. Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. https://doi.org/10.61082/bunayya.v6i2.325 Jurnal STIT Al-Ittihadiyah Labura

  4. Jurdil, R. R., Hidayat, O. S., & Jaya, I. (2025). Perencanaan Pembelajaran dan Asesmen dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SD. Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan. https://doi.org/10.37329/cetta.v8i1.3817 Jayapangus Press

  5. Vivi R., B. S. B., & L. H. S. (2025). Kurikulum Merdeka dan Deep Learning: Menata Ulang Strategi Pembelajaran di SD. GURUKU: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora, 3(4), 191–201. https://doi.org/10.59061/guruku.v3i4.1262 e-journal.poltek-kampar.ac.id

  6. Marsona, K., & Zakir, S. (2025). Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Pendekatan Deep Learning dalam Pembelajaran PAI di SD IT Buah Hati. Jurnal Pendidikan Tambusai. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/33008 Jurnal Pendidikan Tambusai

  7. Peran Administrasi Kurikulum dalam Mengoptimalkan Pembelajaran Berbasis AI. Konstitusi: Jurnal Hukum, Administrasi Publik, dan Ilmu Komunikasi. https://doi.org/10.62383/konstitusi.v1i4.243 Ejournal Appihi

Tidak ada komentar:

  Guru yang Terus Belajar: Menjaga Makna Mendidik di Tengah Rutinitas Oleh : Darma Yeliza Putra, S.Pd.Gr. Pendahuluan: Mengajar Bukan Garis ...