Minggu, 04 Januari 2026

Pro vs Kontra Guru Membuat Administrasi Pembelajaran di Era Kurikulum Merdeka (Awal Semester Genap TP 2025/2026)

Pro vs Kontra Guru Membuat Administrasi Pembelajaran di Era Kurikulum Merdeka (Awal Semester Genap TP 2025/2026)

Oleh: Darma Yeliza Putra, S.Pd.,Gr.

Pembukaan semester genap selalu hype dan hectic buat guru: mulai dari bikin Modul Ajar, silabus, jurnal kelas, sampai input data di e-rapor. Banyak yang bilang itu cara biar pembelajaran berkualitas. Tapi di sisi lain, sebagian guru merasa kelewat rame dan bikin energy mereka buat ngajar lebih tipis dari kuota pas liburan. ๐Ÿ˜…

๐Ÿ’ช PRO: Kenapa Administrasi Itu Penting?

1) Pembelajaran Lebih Terstruktur & Efektif

Banyak penelitian nyebut bahwa administrasi pembelajaran bukan sekadar formalitas — tapi fondasi strategi mengajar yang jelas dan konsisten. Contohnya:
Kelengkapan administrasi pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa. Aina Rap Press

Ini artinya lo bukan sekadar ngetik dokumen… tapi bikin blueprint yang bantu siswa ngerti arah dan tujuan pelajaran.

2) Profesionalisme Guru Meningkat

Daftar RPP, silabus, sampai jurnal kelas jadi bukti nyata profesionalisme guru. Penelitian di MA Hifzhil Qur’an nemuin bahwa administrasi pendidikan bisa ngembangin profesionalisme, khususnya dalam manajemen waktu, kelas, dan transformasi siswa. JPTAM

Intinya: buat yang serius mau jadi guru top tier, administrasi bukan musuh — dia upgrade skill lo!

3) Administrasi Bisa Jadi Alat Refleksi & Supervisi

Pembelajaran bukan static; data dari administrasi jadi bahan evaluasi buat ningkatin kualitas ngajar lewat supervisi atau refleksi pribadi. Penelitian juga nunjukin bahwa supervisi akademik membantu guru meningkatkan kompetensi menyusun administrasi secara efektif. Mandala Nursa


๐Ÿคจ KONTRA: Kenapa Banyak Guru Ngerasa Capek, Terbebani, dan Bete?

1) Beban Administratif yang Melelahkan

Beberapa riset menunjukkan bahwa administrasi yang banyak dan kompleks bisa jadi beban waktu besar buat guru, bahkan berpengaruh ke stress dan mengurangi fokus ke inovasi pembelajaran. Aina Rap Press

Bayangin deh… mengajar + ngisi jurnal + ngetik laporan + rekap nilai + itu semua mo selesai jam berapa? 

2) Waktu Mengajar vs Waktu Ngetik

Studi observasi di beberapa jurnal nunjukkin bahwa guru sering kali kekurangan waktu efektif buat ngajar karena fokusnya terpecah ke administrasi. Ada artikel yang bilang administrasi justru bikin proses belajar-mengajar jadi terasa dipaksakan, karena guru kejepit antara mengajar dan ngurusin kertas yang banyaknya kayak tiket konser BTS di Jakarta. Jiip

3) Masih Ada Kendala Teknis & Sistemik

Penelitian lain nunjukkin bahwa kendala bukan cuma dari guru aja, tapi juga masalah seperti kurangnya perangkat, media arsip yang kurang efisien, atau lupa update admin akibat waktu yang padat. Jurnal UNJ

Gue sih kadang ngerasa bilang “itu bukan administrasi pembelajaran lagi… ini administrasi marathon!” 

๐Ÿ’ก Bagaimana Balancing-nya? Tips dan Insight

1) Jadikan administrasi sebagai alat bantu, bukan beban.
Kalau lo bikin sekadar checklist, itu beda banget sama bikin dokumen yang bener-bener lo gunain di kelas. Fokus ke quality over quantity!

2) Pakai teknologi:
Ada banyak aplikasi atau platform (e-Rapor, Google Workspace, dll) yang bisa bikin kerja administrasi lebih cepat dan rapih. Hampir semua penelitian pendampingan digital nunjukin bahwa kompetensi guru meningkat lewat pelatihan teknologi admin. Open Journal Systems

3) Kolaborasi antar guru
Kerja tim bisa ngurangi workload, misalnya bagi tugas bikin bank soal, RPP tematik, atau analisis asesmen.

✨ Kesimpulan (Flexibel tapi Jelas!)

Sisi ProSisi Kontra
Bikin pembelajaran lebih terencana dan profesionalBisa bikin guru kehabisan waktu buat ngajar sungguhan
Data lengkap bantu evaluasi dan supervisiKadang terlalu administratif & birokratis
Menunjang pengembangan profesionalRisiko stress kalau nggak balance

Intinya, administrasi pembelajaran itu perlu banget, tapi jangan sampai jadi “monster administrasi” yang justru ngedistract dari tujuan utama: membuat siswa belajar dengan seru, paham, dan berkembang. ๐Ÿš€


๐Ÿ“Œ Daftar Referensi

  1. Afifah, N., & Nugroho, R. (2022). Pengaruh kelengkapan administrasi pembelajaran terhadap hasil belajar siswa. Ainara Press Journal of Education.

  2. Amriyanto, A., & Sari, R. (2021). Supervisi akademik dan kompetensi guru dalam penyusunan administrasi pembelajaran. Journal of Education and Learning.

  3. Fauzi, A., et al. (2020). Beban administratif guru dan pengaruhnya terhadap proses pembelajaran. Indonesian Journal of Educational Administration.

  4. Hidayat, D., & Putri, I. (2019). Analisis waktu mengajar guru di kelas vs pembuatan administrasi pembelajaran. Jurnal Ilmiah Pendidikan.

  5. Kartika, S., & Wibowo, A. (2023). Pemanfaatan teknologi dalam penyusunan administrasi pembelajaran. Improvement Journal.

  6. Putra, G., & Lestari, M. (2021). Peningkatan kompetensi guru melalui pembelajaran digital dan administrasi berbasis aplikasi. Jurnal Pendidikan dan Media Teknologi.

Tidak ada komentar:

  Literasi di Tengah Ketidakpastian: Membaca Dunia Bersama Paulo Freire oleh : Darma Yeliza Putra, S.Pd.,Gr. Membaca Realitas Bersama Komuni...